Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, 31 October 2014

SEBAB CINTA


KEPADA SEGEROMBOLAN
(teruntuk aktifis FAMS)

baru saja aku mendengar berita darahmu
mengibarkan bendera setengah pancang
Sebagai kabar gagak bermata hitam

aku suka getir yang kau tinggalakan sebelum pagi
derap suara langkah kakikakimu bergema
menggetarkan temboktembok dan pintu

akupun menemukan kembali elang yang berani melawan peluru
di dirimu bung

darah telah lama pecah dari ubunubun
sampai keujung kuku
kitapun sama lahir dari air mata
dan dimamah oleh malam dan kegelisan

aku suka irama perlawanan
yang menghantarkan mimpi ke samping buku
aku cinta suaramu yang bertajuk vox populi vox dei
bung, jangan berhenti bung
duriduri tidak akan melukai semangatmu

Monday, 6 October 2014

SEBAB CINTA

Aku memilih mencintaimu
Sebab cinta adalah bahasa sederhana
Tentang kemerdekaan dan kebebesan

Aku ingin bersandar di bahumu
mendengar setiap detak jantungmu
dan aliran nafasmu

bicara tanpa rasa takut
meski hidup mulai abu-abu

Aku memilih mencintaimu 
sebab dalam cinta kutemukan tajuk
keharuan. tentang debu yang bertebaran 
mencari lembab sebab hujan

Tentang burungburung yang menghabarkan

tanah nenek moyang
yang basah saat kau berucap sayang

Aku memilih mencintaimu
sebab diriku dalam dirimu
dan dirimu dalam diriku
dan cinta : adalah semua warna

laksamuda 06 10 2014

Wednesday, 1 October 2014

KEPADA PUISI

OLEH : FERLI

Sayang. Kita yang lahir dari tubuh malam
menjadi pendongeng dari cerita yang hampir hilang
untuk sekian orang yang ditampung kesepian
lalu, untuk apa ini semua.? 
jika suara suara hanya kembali menjadi angin
yang bergegas pulang pada rumah waktu
aku tak tahu, untuk apa ini semua.?
karna yang aku tahu ini adalah caraku mengecup keningmu
dan menatapmu mesra
sayang maafkanlah

PENGAKUAN

OLEH : FERLI 
Ada yang tak kau baca dariku,
Sebuah tulisan namamu pada malamku
Yang ku tulis tepat ketika purnama tergelincir pada keheningan, 

Ada yang tak kau dengar dariku
Suara gemrincik embun yang jatuh luruh
Mekar menjadi setangkai mawar
Yang harumnya tak juga pudar

Ada yang tak kau lihat dariku
Sebuah langit yang membentang didadaku
Disana lah aku diam diam menggantung senyumanmu yang lepas,

Ada yang tak kau ketahui dariku
Aku telah kembali lupa
Dan tak mengenal siapa siapa
Kecuali kamu
20 agu 2014

RITUS SEPI (FENDI KACHONK)

OLEH : FENDI KACHONK

Pertanyaanku, apa kita akan membahas luka yang makin merah ini?
Sedang kehampaan makin riang menyanyikan lagu sendu. Baru berapa saat taman ini seperti neraka. Tergambar jelas. Langit pecah dari pelipis matamu. Sedangkan mataku tak mampu mengenali lagi. hutan yang dulu rimbun dengan senyuman. Kini hanya menyajikan tarian sunyi. Setelah jejakmu dibawa terbang angin lalu. Seperti debu, aku.

Moncek, 170814

BEKU

OLEH : FAUZI ELFATEH

Bola matamu masih membiru bekas coretan
anak kecil yang kau jumpa di tebing persinggahan
antara mengenal dan melupakan,
burung camar singgah sekedar mengingatkan
bahwa mega sebentar lagi akan tersenyum dengan lakon hari sudah pergi meninggalkan kita
tiada henti kucuran air mata mengalir
pada setiap jengkal bekas langkah
yang kau tanam dibalik rumah
menjerit berharap pintu rumahku diketok olehmu
ah,
ternyata itu cuman mimpi
bunga tidur yang tidak akan pernah menjadi kenyataan
karena mentari tak sudi membiarkan malam mencuri cahaya
sedangkan bulan sudah siap dengan kelembutan tutur sapanya.
moncek, 310714

KEMENANGAN SEBAGAI AHIR DARI KESIMPULAN

OLEH : FERLI ATMADJAYA

Kerlip bintang runtuhkan rumah embun
Perlahan, jatuh pada kelopak kerinduan
Yang panjang,hingga semusim tanpa kata
Matahari kehilngan cahaya
Angin kehilangan rasa
kaliamat kehilangan makna
Lantaran bulan yang datang
Adalahbulan yang berpulang
Dan kemenangan kembali menjadi ahir kesimpulan
SUMENEP 27 JULI 20145

Tuesday, 30 September 2014

Mata; dan ku gambar awan


oleh : hasmidi ustad
siapa yang membuka mata saat terpejam dan malam akan kembali buram seperti langit ini yang telah menelan cahaya purnama dalam-dalam. sepikah itu?
ketika mata berair mata, sedang di luar sana bunga kaku, bunga kertas, terangkai bunga. Mungkin juga ia akan memberimu hati dengan hias-hias bunga.
kini tubuhku tak lagi jadi milikmu. Pada pagi yang telah menjarah kehangatan tubuh kita ada janji menggantung atas namamu dan awan putih itu telah menggambar senyum bayi mungil akan lahir tanpa ayah. tangisnya pilu.
jika saja pohon tan tumbang dimakan hari dan bunga tak lagi berbagi buah manis. Maka akku tetap disini dengan tubuh hangat. Mata kita akan melawan malam supaya sepi dan buram berlari.
Sumenep, 19/09/2014

JALAN PAGI



Tak berhenti disini
cerita itu mulai lagi
tentang desah mata angin
dan gerombolan suka cita
seperti degub kalbu tercepat
jalanan kusut lari dari terik mentari
tatap jejeran pohon 
sembari letakan bunga bunga haru 
disisi remuk aspal memuka
Jalan pagi
riwayat mesteri

24.09.2014

Sunday, 28 September 2014

BULAN KEMBALI PULANG

oleh ; FERLI
Disudut mata bulan samar ini,
Aku melihat tuhan berdiam
Dalam kumandang takbir angin tujuh penjuru
Isyarat kehilangan pecah
Pada setiap butir tangis
yang merembah diri dalam kebisuan
Remuk redam jiwa meng eja eja diri
Tentang hakikat bayang bayang telanjang
Tuhan
Aku ingin kembali bercermin
Pada kelopak mata bulan yang berbinar nanti
Sampai kerinduan ini menemukan wujud cinta

Sumenep 26 juli 2014

Thursday, 24 July 2014

KEMESRAAN LEBARAN


OLEH : FERLI H ATMDJAYA

Jika rindu mekar pada kelopak kamboja,biarlah matahari menutup mata
Kau yang telah mengambil hati mudaku,Membawanya pulang kerumah waktu,waktu yang paling rahasia,jaraknya yang tipis membuatku ingin melihat senyummu lagi,senyuman mentari yang perlahan membelai lubang pori pori hingga ke uluh hati, lalu kedengar kau berbisik lirih, bangunlah sayang, takbir berkumandang, aku akan menunggumu di depan pintu itu, aku ingin mendengarmu kambali membaca mantramantra cinta kita yang agung, dari setiap lembar tangisan yang merdu, ku tadah air matamu hingga menjadi kolam penghilang dahagaku, ucapmu.
Aku pun datang bertandang kepadamu dengan senyumam purnama di pagi buta, dan aku mebawakanmu wangi melati sebagai pertanda kelak aku akan sepertimu, berbaringlah sayang, aku hanya ingin kau lelap dalam tidurmu, tidak harus ada yang di sesali, karna sebenarnya tidak ada yang benarbenar kita miliki, kecuali janji
SUMENEP 25 JULI 2014

Sunday, 13 July 2014

PERANG

oleh : ferli H atmadjya
Kemerdekaan adalah mimpi
Dari darah yang mengalir anyir,
Bom,peluru adalah kebisuan
Wajah kemanusian
Pertikain adalah suara angin
Yang menguburkan setiap mimpi
Pada sepetak tanah
Dan tangisan adalah wajah lain
Dari kekejaman
Dan semua ini
Hanya akan menjadi cerita
Hitungan waktu

sumenep 14 juli 2014

SAJAK DUA ENAM KU


Bercumbu bersama hujan malam ini,
ciptakan pianak kerinduan tanpa ibu,
tulang rusukku sembunyi dalam genangan air teras rumahku,
ku jamah satu-satu rintik hujan yang mulai menari ritmis di depanku,
berharap temukan jalan untuk menjemput tulang rusukku yang hilang.

Batuan Sumenep: 26 Februari 2013 (22:45pm).
Ibnu Achmed

Saturday, 12 July 2014

Sajak Hujan 10 Maret 2013.




Ingin melukis kesan hujan siang ini
saat engkau memintal senyummu
namun raga tak sekebal dulu
saat meruntuhkan hawa dingin yang menyeruak
kini raga ini rapuh, bahkan untuk merasakan percikan air
aku cair...

Sebuah pesan dengan nada ambigu
membuat langkahku canggung
menyeret setiap kata dengan kepincangan dan,
aku tak mampu menyimpulkannya
biarlah waktu yang akan membelaiku
atau menamparku dengan keras...

Sajak ini sedikit menghiburku yang sayu
bahkan hampir layu
walau harus ku tulis dengan irisan mata pena yang menyayat
dan darah ku jadikan tinta
paling tidak, aku masih bisa tesenyum
di sisa umurku yang sekarat

Batuan Sumenep: 13:56 Wib.
Akang Ibnu Achmed (Ibe/Iib Ghaib).

Sajak Basah 1 Maret.



Bismillah, menikmati gerimis pagi dengan aroma dingin yang sepi
sebuah kisah membuat cinta menjadi realistis tanpa kiasan
sederhana, suci dan indah.

Sebuah nostalgia mengajariku cara mencintai tanpa banyak kata
waktu memupuk cinta semakin tumbun dan kuat
hingga, badaipun tak mampu meruntuhkannya.

Tulang rusukku, aku tak banyak menuntut engkau seperti Ainun
cukuplah menjadi dirimu sendiri dengan cintamu
karena aku tak bisa menjadi Habibie
namun, aku akan membuat dirimu
sebagai wanita yang paling beruntung dan paling bahagia
seperti ibu yang selalu aku banggakan dan cintai
hingga tak ada yang lebih cantik darimu dan ibuku.

Aku akan mencintaimu dengan caraku sendiri.
Batuan Sumenep; 01 Maret 2013
Ibnu Ahmed.

Friday, 11 July 2014

SUMAYYAH


oleh : Ferli Atmadjaya Sodirman

Siapalah yang lebih dikagumi
Dari pada engkau,
Wanita berbola mata hitam
Yang menulis kehakikian iman
Pada senyuman pertama
Yang basah

Sumenep 08 07 2014

Thursday, 10 July 2014

SEPTEMBER



Oleh ; Ferli Atmadjaya Sodirman

Bulan berkucur darah
Menghembuskan aroma kematian
Yang di simpan malam
Menjadi mitos bahkan kutukan
Adalah gema tangisan
Dari mulutmulut korban
Pembantaian

Sungai sesak tak mengalir
Terbendung mayatmayat
Mereka yang diangap sampah
Kekuasan

Dan dibumi itu
Daging membusuk tanpa nisan

Bagaimana ibu pertiwi menyimpan
kasih.?
Jika rongga kehidupan
Beraroma nanah dari lukaluka
Sejarah

Bagaimana mata menatap senja
Jika kabut saja mengahalangi
Pandangan

Duh gusti bumi ini milik siapa.?

Sumenep 09 07 2014

SENDU



Oleh : oph phiy


Malam, di arenamu yang sunyi 
Masih ku rasakan belaian angin sejuk
Perlahan masuk lewati celah pintu sunyi
Malam, di langitmu yang bertebaran pesona bintang, 
Masih ku lihat cahayanya
Malam, nyanyian sunyimu mengalu seiring desah tidur panjang
Masih dapat ku dengar alunanmu
Aku tak tahu Sebab, dimalamku kini, senyumku terkikis 
Sebelum rona senja tenggelam dalam pelukmu
Yang teringat hanyalah tangisanku
 kian syarat, menetes membasahi lembar hati yang kusam

Monday, 7 July 2014

MASA LALU



oleh : Mahfud She PEnyair Elkailan


Aku eja hidup ini
dari ujung mata yang menatap rahim waktu
Telinga yang mampu mendengar suara


disitu aku lahir bersama sajaksajak bambu
kasihku

disitu tempatku mengingatmu
memetik senyummu
yang membawakan mimpi rembulan
untukku

sumenep 07 juli 2014

SENJAKU



Oleh ; Oph Phiy


Sinar yang merona
Selalu menggantung dilangit cintaku
Begitu memukau

Aku tak dapat membaca tubuhnya
Terlalu dalam

Hingga
Ada bagian lain yang terluka
Di hatiku"

Sumenep 07 juli 2014

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut>